9 Cara Menghindari Keracunan Makanan

Keracunan makanan sering terjadi, dan tidak hanya menjadikan aneka macam duduk perkara pada belum dewasa melainkan juga orang dewasa. Keracunan makanan mampu berakibat sangat fatal, bahkan mampu membuat seseorang harus dirawat di Rumah Sakit. Tidak main-main, pada aneka macam kasus keracunan makanan yang terjadi, baik itu yang terekspos maupun tidak, dapat menjadikan seseorang mencicipi mual-mual dan muntah-muntah. Dan yang paling berbahaya, apa bila ibu hamil keracunan makanan, kondisi tersebut dapat menjadikan komplikasi serius.

Berdasarkan data dari Badan POM ihwal keracunan makanan, sepanjang bulan Januari hingga Maret 2016 terdapat 35 info mengenai insiden keracunan di Indonesia. 30 insiden merupakan keracunan makanan, 1 akhir keracunan minuman, 2 insiden keracunan akhir pencemaran lingkungan, 1 insiden keracunan pestisida dan 1 keracunan akhir tumbuhan. Dari keseluruhan insiden yang terjadi pada rentang waktu tersebut, sekitar 1544 orang menjadi korban dengan 30 korban meninggal dunia.

Orang renta yang berusia 60 tahun ke atas, serta belum dewasa di bawah 5 tahun juga sangat rentan terhadap keracunan makanan.

keracunan makanan

Penyebab Keracunan Makanan

Secara umum, penyebab keracunan makanan ialah akhir adanya bakteri, parasit, dan virus. Bakteri berbahaya ibarat E. coli, listeria dan salmonella merupakan beberapa basil yang secara umum banyak ditemui pada kasus keracunan makanan. Parasit Toxoplasma sering terlihat pada banyak kasus keracunan makanan. Sementara itu Virus Norovirus atau Norwalk mendominasi kasus keracuan makanan. (dari “Food Poisioning” di healthline.com)

Jika anda pernah mencicipi keracunan makanan, anda tahu bahwa hal tersebut tidak menyenangkan dan tentu saja sangat merepotkan. Keracunan makanan sudah pasti sangat serius dampaknya dan bahkan mampu menjadikan kematian. Keracunan makanan biasanya berasal dari makanan yang sudah kadaluarsa. Keracunan makanan juga mampu datang dari makanan yang di konsumsi di rumah sendiri. Hal tersebut mampu terjadi sebab keteledoran ketika menyimpan makanan atau sebab tidak terjaganya kebersihan pada ketika memasak.

Cara Menghindari Keracunan Makanan
Untuk mampu mengurangi resiko keracunan makanan, baik di rumah maupun di mana saja, berikut ialah beberapa tips yang mampu anda ikuti.

Cuci Tangan
Kebiasaan mencuci tangan harus terus dijaga dan dibudayakan di keluarga anda. Cuci tangan dengan sabun, air panas, dan air hangat kemudian mengeringkannya terlebih dahulu sebelum menyentuh makanan ialah salah satu cara untuk menghindari aneka macam resiko keracunan. Mencuci tangan juga sangat penting setelah anda menyentuh makanan mentah ibarat daging, ikan, telur, dan juga sayuran. Selain itu, sangat penting untuk mencuci tangan setelah pergi ke toilet, membuang sampah, setelah menahan bersin, membuang ingus, menyentuh hewan, termasuk juga hewan peliharaan dan lain-lain.

Cuci Permukaan Tempat Memasak
Permukaan kawasan anda memasak, sebelum dan sesudah menyiapkan makanan harus dicuci terlebih dahulu semoga bersih dan tidak berbahaya. Terlebih apabila anda menggunakan permukaan tersebut untuk membersihkan daging, unggas, telur mentah, ikan dan juga sayuran.

Tips:
Anda mampu membuat semprotan anti basil sendiri dengan air panas yang dicampurkan dengan sabun.

Cuci Lap/Serbet
Serbet, atau lap, atau handuk, merupakan perkakas yang paling sering digunakan di dapur dan di beberapa tempat. Apabila dibiarkan dan tidak rutin dicuci atau dibersihkan, perkakas ibarat serbet, kain lap, atau handuk mampu menjadi sangat kotor dan menjadi sumber berkembang biaknya aneka macam kuman. Terlebih apabila serbet atau handuk tersebut sering dalam keadaan basah.
Alat mencuci piring ibarat spons harus dikeringkan setelah dipakai dan jangan membiasakan diri merendam spons sebab hal tersebut tidak baik.

Gunakan Papan Pemotong Berbeda
Papan untuk aneka macam hal yang akan anda potong, seperti, misalnya anda akan memotong daging, kemudian akan memotong sayuran, kemudian anda juga mungkin akan memotong bahan-bahan mentah untuk makanan yang anda buat. Untuk memotong aneka macam materi yang anda butuhkan untuk memasak, sebaiknya anda memisahkan antara papan untuk memotong daging dan papan untuk memotong sayuran, maupun bumbu-bumbu.

Anda masih mampu mencampurkan antara papan untuk memotong bumbu dan sayuran namun tidak dengan daging atau ikan. Daging sangat mudah terkontaminasi oleh basil sehingga harus dipisahkan. Selain itu, ikan termasuk juga unggas harus dipisahkan. Tidak hanya papan atau bantalan yang anda gunakan harus berbeda, melainkan pisau untuk memotong juga sebaiknya berbeda.

Jauhkan Daging Mentah
Apabila anda akan memasak daging dan sayuran, sebaiknya anda memisahkan daging dan sayuran di kawasan yang berbeda. Selain itu, ketika anda memasukkan daging ke dalam freezer atau kulkas pastikan bahwa anda menyegel daging tersebut menggunakan plastik atau gunakan kawasan khusus, sehingga daging atau air yang keluar dari daging tidak bercampur atau tidak menetes ke makanan yang lainnya.

Simpanlah Daging di Rak Bawah
Selalu pastikan bahwa anda menyimpan daging di rak paling bawah pada freezer anda, atau jikalau kulkas anda memiliki freezer di adegan atas, anda harus menjaga dan menempatkan daging di kawasan khusus semoga tidak bercampur dan menetes ke makanan lain.

Masak Makanan Secara Menyeluruh
Untuk ibu hamil, tidak boleh mengkonsumsi makanan mentah termasuk juga makanan setengah matang. Pastikan daging ibarat daging unggas, sosis, kebab, atau daging-daging yang lainnya dimasak secara menyeluruh hingga matang. Hindarilah mengkonsumsi makanan ibarat unggas yang biasanya masih terdapat darah di adegan dalamnya. Apabila anda menemukan makanan ibarat itu, anda harus segera meninggalkannya.

Daging mentah ibarat daging ayam memiliki basil yang berjulukan campylobacter. Pembekuan daging ayam mentah tidak benar-benar dapat membunuh basil tersebut. Cara paling aman untuk membunuh basil campylobacter ialah dengan memanaskan ayam secara menyeluruh hingga matang.

Makanan Sisa
Makanan sisa terutama yang terdiri dari daging harus segera diamankan di freezer jikalau tidak dimakan. Selain itu, sangat penting bagi anda yang tidak akan mengkonsumsi daging dalam waktu bersahabat untuk menyimpannya di freezer terlebih dahulu sebab sangat mudah terkena bakteri.

Perhatikan Tanggal Kadaluarsa
Apapun yang anda beli, dan dimanapun anda berbelanja, baik itu di minimarket atau supermarket, pastikan anda mengecek terlebih dahulu lebel kadaluarsa yang tertera di makanan tersebut. Tentu saja terkadang beberapa orang lupa untuk memindahkan atau memisahkan antara makanan dan minuman yang kadaluarsa dengan makanan yang baru. Keracunan makanan akhir faktor human error merupakan salah satu sumber keracunan.