Cara Mencegah Kanker Paru-paru

Cara Mencegah Kanker Paru-paru | Ketika penyakit kanker dinyatakan sebagai pembunuh nomor satu di dunia, maka tidak ada jalan lain untuk menghindari penyakit ini selain melaksanakan upaya pencegahan. Tak terkecuali kanker paru-paru, penyakit yang selalu menjadi bayang-bayang menyeramkan bagi perokok ini membutuhkan upaya pencegahan semoga tidak menjadi salah satu korban yang mati sia-sia. Dengan beberapa cara mencegah kanker paru-paru secara tepat tentunya akan mengurangi angka kematian akhir kanker paru-paru sekaligus menekan jumlah kasus yang sama di masyarakat.

Untuk melaksanakan pencegahan kanker paru-paru semenjak dini, terdapat dua faktor yang menghipnotis yaitu faktor risiko dan faktor protektif (pelindung). Faktor risiko dalam hal ini segala sesuatu yang berpotensi membuatkan kanker paru-paru, sedangkan faktor protektif yaitu segala sesuatu yang bisa menurunkan potensi terkena penyakit paru-paru. Terlepas dari semua itu ada sejumlah faktor risiko yang bisa dihindari dan tak bisa dihindari. Satu contoh, kebiasaan merokok atau memang mewarisi gen tertentu yaitu faktor risiko beberapa kasus kanker, namun hanya merokok yang bisa dihindari. Baca juga artikel mengenai penyebab kanker paru-paru, gejala kanker paru-paru, dan cara mengobati kanker paru-paru.

Faktor potektif untuk pencegah beberapa jenis kanker umumnya dengan berolahraga secara teratur atau diet sehat. Dalam hal ini dengan menghindari faktor risiko dan meningkatkan faktor protektif memang bisa meminimalisir peluang terkena kanker paru-paru, namun meski demikian bukan berarti risiko tersebut 100 persen hilang.

Poin-poin Penting Pencegahan Kanker Paru-paru
Sebenarnya ada beberapa poin penting terkait cara mencegah kanker paru-paru, diantaranya:

  • Mengubah gaya hidup serta pola makan lebih sehat
  • Menghindari semua hal yang diketahui berpotensi mengakibatkan kanker
  • Melakukan upaya pencegahan dengan mengonsumsi obat untuk kondisi pra-kanker atau mengatasi sel kanker semenjak awal berkembang

Menghindari Faktor Resiko untuk Mencegah Kanker Paru-paru

Seperti yang disebutkan diatas, kanker paru-paru bisa dicegah dengan menghindari beberapa faktor yang meningkatkan risiko kanker paru-paru, menyerupai berikut ini:

cara mencegah kanker paru-paru
  • Rokok

9 dari 10 kasus kanker paru-paru pada pria, atau 8 dari 10 kasus kanker paru-paru pada wanita disebabkan oleh racun rokok, termasuk cerutu, sigaret, dan sejenisnya. Bahkan untuk rokok dengan kandungan nikotin dan tar rendah juga memiliki kontribusi yang sama terhadap risiko kanker paru-paru. Dibandingkan dengan orang yang tidak merokok, seorang perokok aktif memiliki kesempatan 20 kali lebih besar terkena kanker paru-paru.

  • Asap Rokok

Seseorang yang bukan perokok aktif juga berpeluang terkena kanker paru-paru. Asap rokok yang berasal dari perokok atau produk berbahan tembakau lain yang terbakar juga bertanggungjawab terhadap kasus kanker paru-paru meskipun penderita bukan perokok (disebut perokok pasif).

  • Polusi Udara

Polusi udara yaitu faktor risiko yang harus dihindari sebagai salah satu cara menhindari kanker paru-paru. Seseorang yang tinggal di daerah dengan tingkat polutan tinggi memiliki risiko lebih besar terkena kanker paru-paru dibanding mereka yang hidup di daerah hijau ramah lingkungan.

  • Paparan Zat Kimia

Beberapa materi kimia yang perlu diwaspadai yaitu asbes, tar, nikel, arsenic, cadmium, chromium dan lain-lain. Beberapa zat kimia tersebut tentunya erat dalam kehidupan sehari-hari sebagai materi campuran beberapa materi bangunan, cat, dan sebagainya.

  • Paparan Radon

Perlu diketahui, radon merupakan gas radioaktif yang dihasilkan oleh belahan uranium dalam tanah dan batuan. Radon merembes melalui resapan tanah kemudian berkontaminnasi dengan udara dan air bersih.

Cara mencegah kanker paru-paru dengan menghindari faktor risiko menyerupai poin-poin diatas harus diikuti pencegahan dengan meningkatkan faktor protektif (pelindung) yaitu berhenti merokok, mengatur pola makan, dan olahraga secara teratur. Jika kedua faktor tersebut diterapkan, prosentase kemungkinan terkena kanker paru-paru bisa diperkecil.