Masjid Islamic Center Samarinda

Masjid Islamic Center Samarinda, Kalimantan Timur

Masjid Islamic Center Samarinda yaitu masjid yang terletak di kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia, yang merupakan masjid termegah dan terbesar kedua di Asia Tenggara sesudah Masjid Istiqlal di Jakarta. Dengan latar depan berupa tepian sungai Mahakam, masjid ini mempunyai menara dan kubah besar yang berdiri tegak. 

Masjid ini mempunyai luas bangunan utama 43.500 meter persegi. Untuk luas bangunan penunjang yaitu 7.115 meter persegi dan luas lantai basement 10.235 meter persegi. Sementara lantai dasar masjid seluas 10.270 meter persegi dan lantai utama seluas 8.185 meter persegi. Sedangkan luas lantai mezanin (balkon) yaitu 5.290 meter persegi. Lokasi ini sebelumnya merupakan lahan bekas areal penggergajian kayu milik PT Inhutani I yang lalu dihibahkan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Pembangunan Islamic Center diperlukan sanggup membangkitkan semangat kebersamaan dalam upaya menghadapi masa global, selain merupakan tuntutan masyarakat untuk Samarinda mempunyai sebuah sarana kawasan ibadah yang memadai. 

Proyek Islamic Center Samarinda dibiayai dengan dana APBD Pemerintah propinsi Kalimantan Timur dibawah Gubernur Kaltim (saat itu) Suwarna Abdul Fatah. Proses perencanannya melibatkan konsultan perencana arsitektur PT. Anggara Architeam, perencana struktur PT. Perkasa Carista Estetika, Perencana M&E oleh PT. Meco Systech Internusa dan perencana estetika Biro Arsitektur Achmad Noe’man. Konsultan pengawas yang mengawasi jalannya pembangunan ICS Kaltim dipercayakan kepada PT. Adiya Widyajasa sedangkan pelaksanaan pembangunannya dipercayakan kepada Kontraktor PT. Total Bangun Persada Tbk. 

Bangunan masjid ini mempunyai sebanyak 7 menara dimana menara utama setinggi 99 meter yang bermakna asmaul husna atau nama-nama Tuhan yang jumlahnya 99. Menara utama itu terdiri atas bangunan 15 lantai masing-masing lantai setinggi rata-rata 6 meter. Sementara itu, anak tangga dari lantai dasar menuju lantai utama masjid jumlahnya sebanyak 33 anak tangga. Jumlah ini sengaja disamakan dengan sepertiga jumlah biji tasbih. 

Selain menara utama, bangunan ini juga mempunyai 6 menara di bab sisi masjid. Masing-masing 4 di setiap sudut masjid setinggi 70 meter dan 2 menara di bab pintu gerbang setinggi 57 meter. Enam menara ini juga bermakna sebagai 6 rukun iman. Pembangunan Islamic Center diperlukan sanggup pula membangkitkan semangat kebersamaan dalam upaya menghadapi masa global, selain merupakan tuntutan masyarakat untuk Samarinda mempunyai sebuah sarana kawasan ibadah yang memadai.

Proses pembangunan Islamic Center Samarinda dimulai dengan penitikberatan tombol pemancangan tiang pancang pertama proyek oleh Presiden RI Megawati Soekarno Putri pada tanggal 5 Juli 2001. Dan tujuh tahun lalu komplek Islamic Center Samarinda diresmikan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 16 Juni 2008. – (Dari Sharing Facebook Asrul Agin)


Foto-foto Masjid Islamic Center Samarinda, Kalimantan Timur:


Sumber http://mimukbambangirawan.blogspot.com