Penyakit Skizofrenia pada Brigadir Petrus Bakus

Penyakit Skizofrenia sering digambarkan sebagai penyakit gila, karena pasien sering mengalami halusinasi, delusi, pikiran kacau, dan perubahan perilaku yang mendadak. Kondisi tersebut menimbulkan pasien skizofrenia sulit untuk berinteraksi secara sosial dan beraktivitas sehari-hari, bahkan mampu melaksanakan perbuatan yang mengerikan, menyerupai kriminal.

Hal ini menyerupai yang dialami oleh Brigadir Petrus Bakus yang tega membunuh dan memutilasi kedua anak kandung yang masih berumur 5 dan 3 tahun beberapa hari yang lalu. Menurut istri, Brigadir Petrus Bakus sering mendapat bisikan makhluk halus dan seminggu sebelum kejadian sering marah-marah.

Para Ahli Menduga Penyebab skizofrenia yaitu karena faktor lingkungan dan genetika. Dugaan lain mengenai penyebab skizofrenia yaitu karena pengaruh pada zat-zat kimia otak, menyerupai asam glutamat dan dopamin. Penyebab lain yaitu Stres atau syok atau mampu juga disebabkan karena Narkoba.

Gejala skizofrenia pada tahap awal dibagi dalam dua kategori, yaitu gejala negatif dan positif. Gejala Negatif biasanya berkembang secara perlahan-lahan, sampai jadinya menjadi semakin memburuk. Adapun gejala awal penyakit ini seperti:

  • Rasa enggan untuk bersosialisasi dan tidak nyaman berada bersahabat dengan orang lain sehingga lebih memilih untuk berdiam di rumah.
  • Kehilangan konsentrasi.
  • Pola tidur yang berubah.
  • Kehilangan minat dan motivasi baik dalam menjalin relasi dengan orang lain maupun dalam hidup secara keseluruhan.
  • Ketika penderita sedang mengalami gejala negatif, beliau akan terlihat apatis dan datar secara emosi. Karena tidak sadar atau tidak tahu mengenai gejala negatif skizofrenia ini, adakala orang lain mampu menyalahartikan itu sebagai sikap malas atau tidak sopan. Mereka juga menjadi tidak peduli terhadap penampilan dan kebersihan diri mereka serta semakin menarik diri dari sosial. Karena itu gejala negatif skizofrenia mampu menjadi pemicu rusaknya relasi penderita dengan keluarganya atau pun dengan teman-temannya.

Untuk gejala positif penderita skizofrenia akan mengalami halusinasi yang terasa sangat nyata, Delusi (kepercayaan berpengaruh yang tidak didasari budi atau kenyataan yang sebenarnya), Pikiran kacau dan perubahan perilaku yang cenderung ke efek negatif.

Pengobatan skizofrenia mampu dilakukan dengan obat-obatan antipsikotik dan terapi sebagai bentuk pengobatan psikologis. Penanganan skizofrenia juga harus ditunjang dengan pinjaman dan perhatian dari orang-orang terdekat si penderita. Adapun yang termasuk penanganan sempurna penyekit skizofrenia yaitu dengan mengenali tanda-tanda belahan akut, pemberian obat sesuai resep, dan sikap terbuka pada orang lain wacana kondisi ini. Diharapkan dengan mengombinasikan aneka macam metode penanganan, penyakit skizofrenia mampu pulih secara perlahan-lahan, hidup dengan normal, dan mencegah kambuhnya penyakit ini.

Agar tragedi Mengerikan menyerupai kasus Brigadir Petrus Bakus tidak terjadi, tentu kita harus peka terhadap lingkungan terutama lingkungan keluarga. Mendekatkan diri kepada tuhan, tentu akan membuat anda terhindar dari tekanan dan tentu terhindar dari stress, depresi yang diketahui sebagai pemicu Penyakit Skizofrenia dan penyebab kekambuhannya.

Ringkasan:

  • Penyakit Skizofrenia disebabkan karena factor gen, lingkungan, stress, syok dan konsumsi narkoba,
  • Pasien Skizofrenia biasanya mempunyai gejala menyerupai orang asing karena mengalami halunisasi yang sangat kuat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *